Ads Top

Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu Menjelang Lebaran


Ada banyak Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu agar terhindar penipuan dengan uang palsu ketika transaksi secara tunai pada saat membeli barang kebutuhan menjelang lebaran. Bank Indonesia sebagai lembaga resmi yang memproduksi uang di Indonesia sejak dulu sudah membuat sistem keamanan agar uang tidak dapat dipalsukan. Sistem keamanan yang dibuat oleh Bank Indonesia pada saat memproduksi uang kertas seperti:
  • Bahan baku uang kertas menggunakan kertas yang memiliki serat

  • Dipasang benang pengaman 
    (Dok. Bank Indonesia)
  • Terdapat tanda air / watermark berupa gambar pahlawan dan atau logo Bank Indonesia 
    (Dok. Bank Indonesia)
  • Desain uang kertas bisa menjadi salah satu parameter untuk membedakannya 
     
     
     
     
     
     
    (Dok. Bank Indonesia)
  • Menggunakan teknik cetak yang dapat berubah warna 
     
    (Dok. Bank Indonesia)
  • Terdapat kode untuk tuna netra yaitu pasangan garis pada sisi kanan dan kiri yang akan terasa kasar jika diraba
Sayangnya walaupun uang sudah diberikan sistem keamanan, peredaran uang palsu nampaknya masih banyak disekitar kita. Hal ini mungkin karena teknologi pembuatan uang palsu sudah bisa hampir menyerupai uang asli. Biasanya uang palsu banyak ditemukan pada saat momentum menjelang lebaran. Hal ini dikarenakan tingkat transaksi uang dipasaran semakin meningkat. 

Untuk membedakan antara uang asli dan uang palsu ada 2 cara, yaitu cara manual dan menggunakan alat. Berikut paramater yang digunakan untuk membedakan uang asli dan uang palsu secara manual:
  1. Dilihat, jika kamu mengamati uang kertas Rp 100.000 atau Rp 50.000 akan ada perubahan warna pada benang pengaman. Pada logo Bank Indonesia juga akan berubah warnanya jika dilihat dari sudut pandang berbeda pada uang kertas Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000. Selain itu kamu juga akan melihat angka yang berubah warna tersembunyi di uang kerta Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, dan Rp 10.000. Logo Bank Indonesia dan angka nominal uang juga ada yang tersembunyi di uang kertas tersebut.
  2. Diraba, coba kamu raba bagian uang seperti gambar utama, gambar lambang negara, angka nominal, huruf terbilang, frasa NKRI, dan tulisan Bank Indonesia. Pada uang kertas juga terdapat ciri kode tuna netra / blind code disisi kiri dan kanan, hal ini bertujuan untuk mengenali nominal bagi para tuna netra.
  3. Diterawang, coba teman-teman arahkan uang kertas ke cahaya. Maka akan menemukan tanda air / watermark berupa gambar pahlawan, ornamen, dan logo Bank Indonesia.
Adapun untuk membedakan uang asli dan uang palsu menggunakan alat sinar ultraviolet. Uang kertas ditempatkan mendekati dibawah paparan sinar ultraviolet agar bisa terlihat ciri-cirinya. Untuk lebih detail silahkan baca artikel tentang Bagaimana Cara mendeteksi Uang Palsu Dengan Sinar Ultraviolet.

Nah jika teman-teman sudah membaca artikel ini, diharapkan agar lebih berhati-hati ya ketika melakukan transaksi secara tunai. Khususnya bagi para pedagang dipasar yang setiap hari melayani transaksi. Semoga artikel ini bermanfaat.

Referensi: cekaja.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.